Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Tapi Tidak Denganmu

Jauh sekali, rasaku jauh sekali Aku di Kediri kamu di tanah bidadari Tenang, tidak satupun bidadari tanah yang kau pijak ku senangi Lucu saja tapi kau disana Tak takutkah kau diculik bidadari-bidadari disana? Iri mereka memandang parasmu Aku tidak sering melihat bulan disini Tapi saat ada waktu kukira bulan mewakili dirimu Tenang, lewat angka 0 dan 1 ku masih tetap berbahasa denganmu Satelit-satelit teman manusia kita masih ada Aku tetap masih bisa berbahasa denganmu Tapi perlu kau tahu, sangat menyedihkan bisa berbahasa denganmu Tapi tidak dengan rona merah pipimu Tapi tidak dengan mancung hidungmu Tapi tidak dengan bola nan indah matamu Lucu, aku rindu.

Puisi untuk Mawar

Alhamdulillah, liburan pseudo udah datang. Udah bisa balik nulis dan banyak sekali keinginan untuk nulis lagi sejak post terakhir. Cuma ya karena kena tampar nilai ujian pertama kalkulus, sedikit tersadar bahwa banyak prioritas utama yang terabaikan. Aku bukan penyair Tapi aku pernah membuat sebuah puisi. Ini kejadiannya bulan puasa tahun lalu. Jelas sekali saat satu persatu anak Marshal (red: nama generasiku di SMAN PLUS) mulai diterpa nestapa rindu, rindupun tidak mengecualikanku. Ada sesosok makhluk yang kurindukan dan takkan pernah pula merasa kurindukan. Aku menyukainya sejak lama. Tidak ada yang tahu aku menyukainya sejak kelas 1 sma. Sadar atau tidak sadar pun, banyak sekali cara yang kulakukan untuk mencari kesibukan lain selain mengharapkannya. Karena angan dan mimpi yang terlihat di mataku jelas sekali jauh. Jauh dari kenyataan. Sialnya, aku manusia terlemah. Tak pernah pandai menyembunyikan rasa. Setelah setahun lebih menyimpan sendiri harap-harap itu, aku mengutarak...